2009/06/04

Friday Night Overcome

Starcrose and Konsijahat Syndicate
Efek Rumah Kaca Promo album Kamar Gelap
Amphitheater Taman Budaya, Yogyakarta. Jumat, 29 Mei 2009.
all photos taken by Bondan Wahyutomo; Poster Artwork Created by Nurify


Sebuah promo album yang ganjil mengingat sebelumnya mereka pernah promo album kedua di Jogja akhir tahun lalu. Entahlah tampaknya, ada gejala mulai terbuka “pintu makan” (baca industri yang katanya independent) bagi scene indie di kota Jogja. Mulai dari reservasi tiket, limitasi, hingga harga yang naik secara periodikal, semuanya terkemas dalam lembaga Event Organizer bernama Kongsi Jahat Syndicate. Menandakan bahwa event indie yang mulai “modern”.

Well, mengenai acara, tepat pukul 19.30 acara dimulai. Sangat-sangat sedikit terlambat dari yang dijadwalkan pukul 7 pm karena biasanya event sering molor lebih lama. Menarik, karena crowds juga sudah banyak yang datang. Hal yang langka terjadi bila band-band lokal Jogja sendiri yang akan perform. Sekali lagi saya berkata “entah”, karena tujuan apresiasi local scenester terhadap band-band dari kota mereka sendiri tak se-cult terhadap band-band dari Bandung dan Jakarta.

Dibuka oleh penampilan band lokal Rizky Summerbee & the Honeythief (70’s psychecelic/progressive art rock/jazz/folk/blues).

Mereka adalah band yang semua personelnya “sekolah”. Jadi tak heran jika mereka benar-benar paham tentang teori,meramu, meracik, mementaskan musik, hingga menulis lirik dengan sangat baik. Amat baik. Pattern nada yang berubah-ubah pada setiap lagu. Mengaduk-aduk intelegensia dan kadang membuat kita mengernyitkan dahi saat mulai berusaha mencernanya atau malah membuat kita tak peduli sama sekali dengan mendengarkannya sambil lalu. Mereka membawakan lagu-lagu dari album mereka “the Place I Wanna Go”.

Kemudian dilanjutkan Melancholic Bitch (indie/pop/trip-hop/sky-pop).

Kalo yang satu ini mah tak perlu diragukan lagi. Eksistensi di musik untuk tetap memilih jalur pop-underground selama 10 tahun lebih, bukanlah hal yang sepele.Amiiin. mereka membawakan lagu-lagu dari album kedua mereka, Balada Susi dan Joni, yang rilis awal tahun 2009. Keseluruhan lagu yang mereka bawakan berbahasa Indonesia yang memukau. Absurd, rumbling, random, mistis, dan suram, itulah impression yang selalu saya temukan saat mendengarkan lagu-lagu mereka. Emosi saya terkuras habis menyaksikan dan mendengarkan mereka. ditambah lagi pembawaan Ugo (vokalis) yang full and total comprehension di panggung. Menciptakan atmosfer mistis tak karuan, saya merinding dan ejakulasi di tempat bertubi-tubi.

Dan puncaknya adalah Efek Rumah Kaca. Mereka membawakan 15 lagu lebih, baik dari album ke-1 dan ke-2. well, penampilan mereka secara keseluruhan biasa. Bagi saya tidak terasa se-nikmat saat bersenggama pertama kali di Mes56 beberapa waktu lalu. Hal tersebut karena 1) faktor venue yang yang membatasi. Tampaknya kurang cocok jika menyaksikan perform mereka tanpa mendekat dan ber-sing along. 2) Rundown yang kurang pas karena meletakkan ERK setelah dua band yang trengginas sebelumnya.

Setelah selesai, dilanjutkan sesi foto-foto bersama artis. Tapi saya malas hehehehhe.
oya, hampir kelupaan disebut. Sepanjang acara berlangsung juga ada screening art visualisation karya Eko Nugroho yang sangat menarik.
Dan coba hitung!!! berapa kali saya menggunakan tanda petik("") dalam ulasan ini? hahaha.

2 comments:

Anonymous said...

review yg sangat keren, dan saya baru nemu blog ini sekarang hehee. dan mengenai hal yg berhubungan dg kongsi jahat syndicate, akan lebih baik lagi apabila anda mengenal mereka lebih baik sebelum "menjudge" hehe

Nur Wahid Budiono said...

Baiklah, tulisan ini disusun sekitar lebih dari tiga tahun lalu. Maaf, saya sendiri waktu itu masih begitu sok idealis chauvinis.
Yah masih young angst hipster lah waktu itu.
Cheers :D