2007/12/16

Sumpah!!! ra mutu,,,ga penting bgt.

Beberapa hari ini, sebut saja Vi, adalah pergerakan subversif dari golongan-golongan separatis yang telah diakui sebagai trigger bom rakitan mulai meledak di beberapa spot. Tanpa basa-basi mereka langsung melakukan penyerangan terhadap temen-temen saya di Jogja secara berjamaah. Meskipun semua orang sudah memperkirakan dengan sadar dan tanpa pengaruh dari pihak manapun juga, namun tetap saja tidak ada satu badan intelejen bahkan boneka detasemen pun gagap akan kepastian momen tersebut meledak, sehingga teori peluang terpaksa didistribusikan dengan pembulatan ekuivalen tak tetap. Pergerakan, persaudaraan molekuler, konspirasi, dan kohesi antar anggota mereka yang sangat rapi membuat kita kadang gelagapan saat program insidental mereka dengan sekejap melumpuhkan sektor fungsional anti-body dari tubuh kita. Mereka memang bukan makhluk yang biasa, jika kita sudi menkomparasi referensi dari ensklopedia biologi multinasional yang mengklasifikasikannya sebagai potongan dari kehidupan yang sebenarnya mati. Mereka memang terkenal sangat licik jika suatu hari kita menekan tombol mesin waktu yang mengembalikan kita pada gelombang dasar pra-discovery. Terbukti bahwa dalam melangsungkan hidup mereka harus selalu beretorika untuk mampu menginfiltrasi inang yang malang, saya sebut malang karena kehadiran Vi hanya untuk memonopoli kehidupan inang dan bersimbiosis parasitis.
Doni berkali-kali bersin, yang mengakibatkan aerodynamic kontrakan sedikit terguncang dan berdengung dengan distorsi tinggi. Oh’ ternyata si Jember yang pertama kali menjadi korban pergerakan si Vi (Virus Influenza) sekaligus menjadi pelopor media promosi komersil dan propaganda-propaganda vitamin C dosis tinggi sebagai penambah daya tahan tubuh. Tapi meskipun demikian, saya tahu betul jika Jember akan terlalu mengecewakan perutnya jika dia harus memetik hutang lagi untuk sekedar membeli vitamin C dosis tinggi. Akhirnya hanya Doni yang meng-amin-i propaganda yang sebenarnya juga sangat dibutuhkan oleh si Jember.
Setelah beberapa minggu kemarin hujan dengan brutal menyerang Yogyakarta, ternyata situasi ini dimanfaatkan betul oleh para pengikut sekte “Vi”. Akhir sampah ini adalah : “Teman-teman, siapkan amunisi kalian untuk melakukan perang dengan pergerakan “Vi” ini!, perbanyaklah minum air putih dan cukupkanlah istirahatmu.”……Ra mutu.

No comments: